Apheresis

Apheresis, apaan tuh kak? Jadi kalimat itulah yang keluar dari saya ketika sedang berada di lobi PMI pusat di daerah kramat sedang menunggu giliran donor darah yang kebetulan sudah dua tahun saya mencoba jalani. Lalu ada suster / petugas PMI yang menjelaskan kalo itu pengambilan darah yang agak lama dan perlu diberikan alamat terlebih dahulu untuk nantinya dipanggil bila ada kebutuhan darah. pertama kali lihat posternya saya jadi teringat film yang dibintangi oleh will smith yang dimana dia “menjual” plasmanya di rumah sakit untuk membiayai hidupnya yang mendesak bersama anaknya. Wah jadi tertarik lalu saya mencoba mendaftar dan tinggal menunggu panggilan dari pusat apheresis.

oh iya, Apheresis adalah bagian dari blood donation atau donor darah dimana darah yang didonorkan adalah bagian dari plasma yaitu trombositnya dan untuk mengambil trombosit sejumlah 650 cc tersebut diperlukan alat kusus serta penyaringan darah berkali-kali. Jadi prosesnya bisa 4 – 5 kali darah keluar masuk tubuh dengan transit alat penyaring darah yang lumayan mahal dengan jangka waktu 1 jam – 2 jam tergantung banyaknya trombosit dari pendonor. Apheresis berguna bagi pasien yang biasanya mengalami kecelakaan, sehabis operasi atau terkena penyakit yang tidak bisa menghasilkan trombosit lagi.

Image

Dan ketika hari H pertama kali melakukan donor ini saya lumayan gugup karena diberitahu oleh kawan bahwa pada saat darah kembali kalau jarum tidak tepat bisa merasakan nyeri yang lumayan. Tapi dengan niat akhirnya dilakukan, untung saja yang menjaga petugasnya lumayan menenangkan (selain karena lumayan cantik, halah) tapi persuasif menjelaskan tata cara dengan baik. Pada akhirnya proses awal pemasukan jarum lancar karena memang sudah lumayan terbiasa dengan jarum donor jadi pembuluhnya lumayan besar. Hingga sirkulasi darah yang berjumlah 7 kali karena saya waktu itu ber-trombosit yang lumayan sedikit jadinya perlu berkali-kali sirkulasi pengambilan darah. Setelah selesai saya diberi plester dan minuman bervitamin C ternyata juga diberikan pelbagai gift “sembako” yang lumayan dari PMI, lumayanlah bisa jadi oleh-oleh saya buat lebaran nantinya (tidak modal). Begitulah sekelumit pengalaman mendonorkan trombosit atau bahasa kerennya apheresis. Semoga berguna bagi para pembaca yang budiman dan tergerak untuk melakukan hal yang sama secara reguler selain karena untuk membantu sesama juga sangat bagus untuk kesehatan sang pendonor. sekian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s